Ini 7 Cara Tingkatkan Sistem Keamanan Komputer

Selain smartphone, komputer dan laptop adalah gadget/perangkat teknologi yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, komputer yang terhubung dengan jaringan internet bisa mengancam keamanan data dan privasi para penggunanya.

Internet memang memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari, tapi pengguna tetap harus waspada karena ada berbagai ancaman siber yang mengancam data-data mereka. Oleh karena itu, pengguna komputer atau laptop harus tetap selalu berhati-hati agar data-data penting mereka tetap terjaga.

Berikut adalah cara untuk meningkatkan keamanan komputer agar terbebas dari berbagai hal yang tidak diinginkan, termasuk malware atau virus:

1. Selalu gunakan mode Incognito saat berada di luar

Saat sedang berpergian, terkadang kalian memerlukan komputer atau laptop untuk membuka email ataupun media sosial. Untuk melakukan aktivitas tersebut, maka dibutuhkan jaringan internet.

Fitur mode Incognito ini sangat berguna ketika kita mengakses data penting saat berselancar internet, terutama di tempat publik. Saat masuk dalam mode ini, kalian tidak perlu terlalu mengkhawatirkan data yang tersimpan dalam browser atau pc, bahkan saat lupa menekan tombol logout. Mode Incognito adalah fitur untuk privasi pada situs web agar history dan cache browsing tidak aktif.

2. Gunakan Antivirus Terbaik

Ketika membeli komputer baru, banyak orang yang merasa khawatir mengenai fitur sistem keamanan. Kekhawatiran itulah yang membuat mereka kemudian memasang beberapa aplikasi keamanan sekaligus seperti antivirus dan antispyware. Padahal, jika kamu melakukan hal ini kinerja komputer akan lebih terbebani dan berimbas pada performa.

Untuk mengatasi permasalahan semacam ini, OS jaman sekarang seperti Windows 10 sudah dilengkapi dengan antivirus bawaan. Namun jika masih merasa kurang, kalian cukup memasang satu antivirus lagi sesuai dengan yang diinginkan.

3. Selalu update OS dan aplikasi

Ternyata masih ada sejumlah orang yang tidak peduli terhadap versi terbaru OS atau aplikasi yang digunakan pada komputernya. Berbagai alasan dituturkan seperti proses update lama hingga kinerja komputer akan menurun.

Menggunakan versi terbaru OS dan aplikasi merupakan salah satu cara untuk membuat komputer tetap aman. Selain terkait dengan sistem keamanan, proses update terutama OS justru akan meningkatkan performa komputer.

4. Ganti password secara berkala

Mengganti password secara berkala setiap beberapa bulan sekali sangat dianjurkan. Selain itu, sebaiknya gunakan password yang kuat dengan berbagai kombinasi di dalamnya seperti huruf, angka dan simbol.

Kalian bisa menggunakan aplikasi kalender untuk memberikan pemberitahuan jika sudah saatnya mengganti password. Kalian juga bisa menggunakan sejumlah aplikasi password manager untuk mengelola password pada berbagai akun online.

5. Backup data dan dokumen penting

Jika kalian sering bekerja secara offline, pasti akan menyimpan data dan dokumen pada drive penyimpanan yang tersedia. Untuk mencegah kehilangan data yang disebabkan berbagai hal, kalian dapat melakukan proses backup.

Saat ini ada banyak layanan cloud seperti OneDrive atau Dropbox untuk menyimpan data dan dokumen secara online. Bagi yang jarang terhubung ke internet, bisa menyimpan data-data tersebut pada flashdisk atau hard disk eksternal.

6. Jangan sembarangan melakukan pembayaran online

Salah satu aktivitas yang sering dilakukan menggunakan komputer adalah belanja online. Selain menghemat waktu dan tenaga, barang yang dijual di situs belanja online juga jauh lebih murah. Namun, kalian harus berhati-hati dan jangan sembarang melakukan pembayaran secara online.

Gunakan platform e-Commerce terpercaya dalam melakukan sistem pembayaran. Untuk mencegah penipuan, hindari memberikan data pribadi dan nomor rekening pada saat berbelanja secara pribadi.

7. Abaikan pesan spam

Pengguna komputer sering kali menerina pesan berantai berisi promosi atau iklan menarik di berbagai media sosial. Hal ini sangat berbahaya, terutama jika ternyata itu adalah pesan spam. Oleh karena itu, jangan pernah membuka link di dalam pesan spam tersebut.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan link tersebut asli dan bukan jebakan dari penjahat siber. Gunakan Google untuk memeriksa situs web resmi dari pesan yang diterima. Segera hapus jika ternyata pesan tersebut mencurigakan.

Tujuh tips di atas sebenarnya tidak hanya berlaku untuk pengguna komputer, tapi juga para pengguna gadget lain seperti smartphone dan laptop.

Google Resmi Rilis Android Go untuk Smartphone Low-End

Android Go akhirnya resmi diluncurkan setelah sempat diumumkan pada gelaran Google I/O tahun ini. Sistem operasi yang ditujukan untuk perangkat low-end atau smartphone murah ini sudah tersedia dan dapat digunakan para pengembang dan vendor.

Akan tetapi, sistem operasi ini tidak langsung dapat dirasakan pengguna. Baik pengembang dan vendor masih memerlukan waktu untuk mulai mengembangkan perangkat dan aplikasi Android Go edisi Oreo ini.

Sesuai dengan fungsinya, sistem operasi ini ditujukan untuk berbagai perangkat dengan spesifikasi yang rendah. Jadi, meskipun berbasis Android Oreo, sistem operasi ini sudah didesain untuk dapat berjalan optimal pada perangkat dengan RAM 512MB atau 1GB.

Google sendiri juga sudah mendukung kehadiran sistem operasi ini dengan menyiapkan aplikasi besutannya dalam versi ringan seperti Youtube, Gmail, Google Assistant, dan Google Maps.

Aplikasi khusus untuk Android Go itu sudah didesain dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan versi reguler-nya, dengan begitu tidak akan menghabiskan memori perangkat pengguna. Namun, Google mengklaim tetap melakukan peningkatan performa agar aplikasi tetap bisa berjalan optimal.

Gak cuma itu, Google juga menyediakan fitur penghemat data, mulai dari yang tersedia yaitu Google Chrome hingga aplikasi Datally yang berguna untuk memantau pemakaian data. Namun sayangnya belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan perangkat berbasis Android Go akan dirilis.

Ada kemungkinan perangkat pertama yang menggunakannya adalah pengguna smartphone di India, mengingat pengguna Android di negara ini jauh lebih banyak dibandingkan Amerika Serikat.

Saat meluncurkan Android Go, tidak sedikit orang yang mempertanyakan perbedaan sistem operasi ini dengan Android One. Alasannya, kedua sistem operasi teranyar ini memang didesain untuk perangkat kelas bawah atau low-end.

Keduanya memang ditujukan untuk meningkatkan kualitas perangkat kelas bawah, tapi dengan fungsi yang berbeda. Android One adalah program yang memungkinkan Google bekerja sama dengan manufaktur untuk mengembangkan smartphone.

Google juga sudah mengajak para pengembang untuk menyiapkan aplikasinya dalam menyambut kedatangan Android Go. Hal ini diutarakan langsung oleh Director of Google Play APAC James Sander saat gelaran Google Playtime Asia Tenggara 2017.

Tapi dengan sistem operasi yang mendukung spesifikasi rendah, semoga Google tetap mengutamakan keamanan sistem pada perangkatnya. Mengingat sistem operasi Android sudah dikenal merupakan sistem operasi yang rawan untuk diserang keamanannya.