Yuk Berburu Apartemen Dengan Kamera 360
October 9, 2017

Gak disangka-sangka, serangan ransomware yang beberapa bulan lalu sempat menghebohkan dunia, ternyata memunculkan hal positif juga. Serangan ini membuat perangkat komputer sekarang diklaim makin kuat dan sulit untuk ditembus.

Tahun 2017 ini memang muncul banyak banget jenis ransomware yang sudah menyebar secara luas, salah satunya adalah wannacry yang menyerang sebuah rumah sakit di Jakarta bahkan berhasil masuk ke FedEx dan Layanan Kesehatan Nasional milik kerajaan Inggris.

Hal inilah yang kemudian membuat Europol membahas secara rinci dalam sebuah laporan bernama Internet Organize Crime Assesment. Dalam laporan ini disebutkan bahwa ransomware menjadi senjata utama hacker untuk melakukan serangan siber. Perusahaan-perusahaan yang terkena dampaknya kemudian mulai memperhatikan pentingnya sisi keamanan sistem komputer secara lebih serius.

Dengan munculnya ransomware, aksi hacker untuk mengambil data disebut menjadi lebih mudah dibanding sebelumnya, terutama dalam menghasilkan uang dengan menggunakan serangan tersebut dibandingkan mereka menggunakan malware konvensional.

“Ransomware jauh lebih mudah untuk diuangkan. Para hacker itu hanya perlu mengumpulkan bukti untuk pembayaran tebusan, kemudian menukarnya dengan mata uang online, yang salah satunya adalah Bitcoin, jadi kegiatan untuk melakukan pencucian uang berikutnya akan jauh semakin lebih mudah,” sebagaimana tertulis dalam laporan Europol.

Wah ternyata ada efek baiknya juga serangan ransomware ya. Efek positifnya seperti yang diambil dari tulisan di detikinet tadi, perusahaan sekarang sangat mengkhawatirkan keamanan sistem mereka sehingga mereka rela mengeluarkan dana lebih untuk sistem keamanan mereka yang jauh lebih baik.

Selain itu, menurut laporan interpool, serangan ransomware juga menjadi ladang bisnis untuk perusahaan asuransi siber. Dengan resiko serangan ransomware yang menghilangkan data, perusahaan asuransi siber menawarkan sistem keamanan yang sangat komprehensif. Industri bisnis asuransi siber memang mulai dilirik sejak serangan ransomware muncul, pertumbuhannya pun sangat signifikan di tahun ini. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang lebih memilih menggunakan jasa mereka dibanding mereka mengurus sendiri keamanan sistemnya.

Seorang peneliti juga menemukan bahwa serangan WannaCry yang telah terjadi dianggap kurang menguntungkan bagi sebagian besar anggota komisaris kejahatan siber. Beberapa hacker juga beranggapan bahwa serangan ransomware yang kemarin telah terjadi dapat membatasi mereka untuk menembus lebih banyak komputer di masa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.