Diluncurkan Tanggal 24 Juli 2018, Berapa Harga Jual Xiaomi Mi A2?

Hingga saat ini, raksasa vendor smartphone asal Cina, Xiaomi, memang belum mengumumkan seri Mi A2 secara resmi, tapi berbagai bocoran informasi tentang smartphone tersebut rupanya sudah banyak beredar. Salah satunya adalah harga jual yang dipatok untuk Mi A2 Lite yang ternyata jauh lebih murah daripada prediksi masyarakat selama ini.

Dilansir GSM Arena, seorang penjual di AliExpress disebutkan telah menjual Mi A2 Lite tersebut dengan harga US$ 190 atau sekitar Rp 2,6 juta (dengan asumsi kurs US$ 1 / Rp 14,185) dan US$ 210 atau setara sekitar Rp 2,9 juta, harga ini lebih murah daripada perkiraan.

Sebelumnya, harga jual Mi A2 tersebut akan dibandrol Xiaomi dengan harga US$ 283 atau berkisar Rp 4 juta.

Selain itu, pada lapak/postingan penjual tersebut juga mencantumkan sejumlah spesifikasinya. Mi A2 Lite tampak memiliki notch dengan layar berukuran 5,84 inci dan resolusi 1.080 x 2.280 piksel serta dua kamera belakang. Kamera ganda tersebut digadang-gadang memiliki resolusi 12MP dan 5MP, serta mampu merekam video berkualitas 4K.

Spesifikasi lainnya yang disebut adalah baterai 4.000mAh sebagai dukungan, dilengkapi juga prosesor Snapdragon 625, RAM 3GB, dan memori internal 32GB. Smartphone ini juga memiliki dua slot kartu SIM dan satu ruang untuk kartu microSD yang berfungsi untuk menambah kapasitas penyimpanan data.

Spesifikasi di atas dimiliki oleh Mi A2 Lite pada Aliexpress dengan harga jual US$ 190, sedangkan untuk versi US$ 210 memiliki kemampuan yang sedikit lebih tinggi. Perbedaannya adalah Mi A2 Lite seharga US$ 210 tersebut dilengkapi RAM 4GB dan memori internal 64GB.

Kedua varian Mi A2 Lite tersebut sama-sama hadir dalam tiga pilihan balutan warna yaitu hitam, biru, dan emas.

Setelah berbagai rumor mengenai Mi A2 dan Mi A2 Lite beredar di dunia maya, Xiaomi pun akhirnya buka suara tentang peluncuran global smartphone tersebut.

Berdasarkan gambar yang diunggah Xiaomi beberapa waktu lalu melalui akun official media sosialnya, acara pengumuman seri Mi A2 akan digelar di Spanyol pada 24 Juli 2018.

Sayangnya, Xiaomi sama sekali tidak menyinggung mengenai spesifikasi dari Mi A2. Kendati demikian, sejumlah informasi smartphone tersebut telah banyak beredar di internet.

Smartphone Android One terbaru itu disebut memiliki desain yang mirip dengan Mi 6X, tapi menggunakan software berbeda. Xiaomi Mi A2 juga akan memiliki dua kamera belakang.

Google Resmi Rilis Android Go untuk Smartphone Low-End

Android Go akhirnya resmi diluncurkan setelah sempat diumumkan pada gelaran Google I/O tahun ini. Sistem operasi yang ditujukan untuk perangkat low-end atau smartphone murah ini sudah tersedia dan dapat digunakan para pengembang dan vendor.

Akan tetapi, sistem operasi ini tidak langsung dapat dirasakan pengguna. Baik pengembang dan vendor masih memerlukan waktu untuk mulai mengembangkan perangkat dan aplikasi Android Go edisi Oreo ini.

Sesuai dengan fungsinya, sistem operasi ini ditujukan untuk berbagai perangkat dengan spesifikasi yang rendah. Jadi, meskipun berbasis Android Oreo, sistem operasi ini sudah didesain untuk dapat berjalan optimal pada perangkat dengan RAM 512MB atau 1GB.

Google sendiri juga sudah mendukung kehadiran sistem operasi ini dengan menyiapkan aplikasi besutannya dalam versi ringan seperti Youtube, Gmail, Google Assistant, dan Google Maps.

Aplikasi khusus untuk Android Go itu sudah didesain dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan versi reguler-nya, dengan begitu tidak akan menghabiskan memori perangkat pengguna. Namun, Google mengklaim tetap melakukan peningkatan performa agar aplikasi tetap bisa berjalan optimal.

Gak cuma itu, Google juga menyediakan fitur penghemat data, mulai dari yang tersedia yaitu Google Chrome hingga aplikasi Datally yang berguna untuk memantau pemakaian data. Namun sayangnya belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan perangkat berbasis Android Go akan dirilis.

Ada kemungkinan perangkat pertama yang menggunakannya adalah pengguna smartphone di India, mengingat pengguna Android di negara ini jauh lebih banyak dibandingkan Amerika Serikat.

Saat meluncurkan Android Go, tidak sedikit orang yang mempertanyakan perbedaan sistem operasi ini dengan Android One. Alasannya, kedua sistem operasi teranyar ini memang didesain untuk perangkat kelas bawah atau low-end.

Keduanya memang ditujukan untuk meningkatkan kualitas perangkat kelas bawah, tapi dengan fungsi yang berbeda. Android One adalah program yang memungkinkan Google bekerja sama dengan manufaktur untuk mengembangkan smartphone.

Google juga sudah mengajak para pengembang untuk menyiapkan aplikasinya dalam menyambut kedatangan Android Go. Hal ini diutarakan langsung oleh Director of Google Play APAC James Sander saat gelaran Google Playtime Asia Tenggara 2017.

Tapi dengan sistem operasi yang mendukung spesifikasi rendah, semoga Google tetap mengutamakan keamanan sistem pada perangkatnya. Mengingat sistem operasi Android sudah dikenal merupakan sistem operasi yang rawan untuk diserang keamanannya.